17 Juli 2007

Seandainya tarif warnet = tarif main PS2

Kemarin aku dirumah bersama adikku. Kita maen-maen mupung ada motor di pagi hari. Pertama ke galeri Indosat minta simcard yang dulu hilang, kemudian komplain ke BNI tentang debet di ATM yang sedang gangguan. Terus abis itu ngenet.

Aku juga cuma coba-coba ngenet disuatu warnet. Untuk yang kesekian kalinya aku merasa dibohongi dengan tipu muslihat dari iklan yang dilancarkan oleh si pemilik warnet. Dari jalan tampak tulisan Rp2.500. merasa tertarik karena murah maka aku mencoba mendekati warnet tersebut. Ee… ternyata itu hanya berlaku mulai pukul 23.00 yang berarti udah terlalu larut untukku buat keluar (lha tulisannya kecil jadi ga terbaca dari jauh). Akhirnya aku coba dulu masuk. Ruangannya cukup nyaman, ber-AC, akan tetapi ada beberapa yang bikin kesal. Pemilik warnet tersebut tidak memberikan colokan USB buat flashdisk, tidak memberi tahu kepada kita tariff per jamnya.Terus komputernya agak lemot-lemot gitu. Gara-gara itu jadi mulai bosan dan ilfeel dengan warnet tersebut. Lanjutin beberapa saat, aku udahan. Setelah sekitar 30 menit ngenet, mbayar deh. Akhirnya kena 2000. brarti kalau 1jam = 4000. MAHAL AMAT Sie??? Kalo dibandingkan dengan warnet yang terkemuka di Solo dengan tariff 6000/jam tapi akses sangat kencang dan komputenya juga canggih. Tapi ya itu, kita harus membayar dengan harga yang selangit. Itu baru 1jam. Kalau 2jam, 3 jam, atau 7jam? Habis berapa coba?

Kalau di Bandung, internetan ada juga yang fasilitas lengkap, koneksi kencang, computer canggih Cuma 2500/jam. Itu di Bandung. Lain halnya dengan main PS. Baru kemarin aku main PS direntalan. Tulisannya jelas. 1500/jam. Kita dapat permainan yang seru. Penghilang stress. Bisa bermain berdua. PS2 lagi. Mengekspresikan kelihaian tangan memencet tombol-tombol stik. Seru deh pokoknya. Kapan ya kira-kira tariff ngenet bisa sama dengan tariff PS. Emang beda sih dilihat dari segi informasi yang didapat. Kalau internet di luar negeri bisa gratis kenapa di Indonesia murahpun tidak bisa. Mungkin agak sulit juga cari warnet begitu di Solo kali ya. Tapi aku bangga karena sekarang warnet di Solo semakin banyak dan semoga saja harganya bisa semakin murah seperti tariff PS2. semoga saja begitu.. Kalau begitu kan kita bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin karena murah dan mudah didapat. Kita tunggu saja tanggal mainnya…

3 komentar:

Anonim mengatakan...

maaf mas, kayaknya kalo tarif warnet & rental ps2 disamakan saya kurang setuju. coba sekali2 anda ngobrol dgn pemilik warnet dikota anda dan bandingkan tingkat kasulitan dalam men-setup dan maintanance warnet dengan rental ps2. thx

Anonim mengatakan...

saya juga tidak stuju, saya pengusaha warnet... warnet tidak akan seperti wartel, banyaknya warnet yang gulung tikar itu karena manajemennya yg hancur, orang brani bayar mahal karena mendapat fasilitas yang memadai....
niki.net

H4wks mengatakan...

sekarang warnet udah murah mlahan lbih murah dari rental ps2